05 March 2018

Hidup Penuh Filosofi

Hampir semua peristiwa maupun benda disekeliling kita memiliki arti. Memang sulit untuk ditolak, khususnya di Jawa, orang-orang Jawa sering memaknai atau memberi arti benda-benda disekelilingnya. Mulai dari tumbuh-tumbuhan hingga angka dari tafsir mimpi.

Sampai sekarang tak sedikit orang yang mendadak menjadi filosof, yang memaknai benda dan peristiwa-peristiwa, yaitu misal, mulai dari 'jarak yang berjauhan' yang selalu dikaitkan dengan kesabaran dan kesetiaan, bahkan sampai dikaitkan dengan ujian dari Tuhan. Dan mengenai 'bulan yang tidak jatuh kebumi karena adanya gaya sentrifugal', yang tetap seimbang dengan tempatnya, yang dikaitkan dengan perbedaan mengenai ibadah dan pekerjaan, yang diharap selalu tetap bisa berinteraksi dan tidak saling menjatuhkan.

Kemudian yang sampai sekarang masih ngetren adalah filosofi tentang kopi. Juga banyak dari mereka yang suka memaknai tentang kopi. Saya sendiri belum mengerti meraka benar-benar berfilosofi tentang kopi atau hanya menganalogikan suasana hati mereka dengan kopi. Hingga saya sadari bahwa memang filsafat itu butuh dan perlu untuk dimengerti.

Oh iya, acapkali kita juga disuruh bercermin atau sadar diri kepada padi, yang selalu dimaknai dengan tawadhuk atau berendah diri. Dan apabila padi yang merunduk belum mampu menyadarkan, lebihlah bercermin kepada padi yang lebih merunduk lagi yaitu padi yang meratakan dirinya dengan tempatnya sendiri: Ndlosor.

No comments:

Post a Comment