Bulan sudah tak terlihat indah lagi. Bahkan sempat hilang tertindih lampu-lampu kota dan cahaya kendaraan. Hanya kegelapan yang mampu membantu untuk melihat dan meknikmati keanggunannya.
Kunang-kunang yang diyakini berasal dari kuku orang mati kini sudah jarang terlihat lagi. Apakah mereka pergi, ataukah mereka menyadari bahwa orang-orang sudah tak mempedulikan lagi. Atau mungkin orang-orang sudah tak bisa menikmati keindahannya lagi.
Sorak renyah anak-anak bermain sekejap hilang dan tak berarti. Tertelan oleh alat canggih yang dikiranya begitu bernilai. Hingga tak bisa membedakan mana kemesraan dan mana kecurigaan. Mana bersua dan mana saling menjauhkan.
Keadaan seperti ini sebenarnya adalah momen yang tepat untuk berlatih dan menemukan diri sendiri. Kesepian merupakan situasi untuk membantu menemukan siapa diri kita sebenarnya. Begitu pula kegelapan, juga merupakan keadaan yang mendukung untuk mencari cahaya yang didambakan.
Untuk itu, kesalahan bukan suatu hal yang perlu di benci dan dimusuhi. Akan tetapi sebisa mungkin juga harus dihindari. Dengan kesalahan kita bisa mengerti kebaikan. Dengan kesalahan kita bisa belajar untuk merubah diri menjadi lebih baik lagi.
Alangkah baiknya kita selalu berfikir bahwa diri kita ini adalah makhluk yang lalai dan dholim. Sehingga kita kerap memohon ampun dan menyadari bahwa kita memerlukan petunjuk menuju jalan yang baik dan lurus. Begitupun jika kita sebaliknya, sombong dan merasa baik dari segalanya justru menjerumuskan kita ke keburukan yang luar biasa. 'subhanaka inni kuntu minaddholimin'.
Maka dari itu gunakan momen seperti ini untuk mencari cahaya-cahaya yang sulit ditemukan. Semakin gelap semakin banyak bintang-bintang yang terlihat serta semakin mudah mendapatkan sinar cahayanya. Semakin merasa bersalah, semakin dekat kita dengaNya.

