Setipis apa pun, tentu ada perbedaan yang serius antara pemahaman seseorang dengan orang lainnya. Hal ini tak dapat dipisahkan, sebab alasan yang mendasar yakni "kullu ro'sin ro'yun" yang setiap kepala memiliki pendapat atau pemikiran yang berbeda-beda.
Saya pikir mencuri hanyalah perbuatan mengambil sesuatu tanpa sepengetahuan siapapun. Ternyata ada orang lain yang memiliki gagasan bahwa mencuri tidaklah hanya sekedar itu.
Hal tersebut saya dengar ketika ada orang yang mengobrol syahdu dengan teman disebelahnya. Entah dari apa awal yang mereka bahas, kok sepertinya mereka asyik membahas orang yang suka membuang sampah sembarangan. Seketika telinga saya langsung nyaut saat orang itu mengatakan "Membuang sampah kok ndelik-ndelik, itu podo wae dengan nyolong".
Weh, lhadala.. Kok iya ya. Saya pikir mencuri itu hanya mengambil, ternyata membuang juga merupakan mencuri. Akan tetapi bukan membuang-nya yang dikatakan mencuri, yakni yang dilakukan dengan 'diam-diamnya' itu.
Menurut pendengaran saya, orang tersebut mengatakan seperti itu karena seringnya melihat orang yang membuang sampah di sungai saat yang lain lengah. Misal dilakukan di malam hari, tanpa sepengetahuan orang lain.
Mungkin memang benar membuang sampah sembarangan secara diam-diam merukapan mencuri, yakni mencuri kesempatan agar dia bisa membuang sampah dengan se-enaknya. Dan kita juga perlu menghargai bila orang lain berpendapat seperti itu. Karena orang itu juga memiliki pendapat yang berbeda-beda.
Bila tak mampu membuang sampah pada tempatnya. Maka makan dan minumlah beserta kemasannya. ~



