Saya juga merasa bahawa pengorbanan merupakan pekerjaan yang sakit dan melelahkan, serta memerlukan hal yang kita korbankan. Tapi, akan membuat kita mengerti apa yang perlu dipersiapkan untuk menghadapinya. Jika kalian sudah mengerti bahwa perjalan akan menyakitkan, pasti akan menyediakan obat-obatan, kadas, kurap, jamur, gatal, monggo dipun bukti-aken nek mboten wantun mangke arto wangsol sangking sepuloh ewu dados rongpuloh ewu..! ~
Yang pasti kalian akan menyiapapkan hal-hal yang dapat menghilangka rasa sakit itu. Semisal kalian mengerti bahwa nanti akan lapar, sesuatu yang kalian persiapkan adalah makanan, lain dan seterusnya.
Tapi untungnya kita memiliki rasa kebahagiaan yang spontan. Kita sudah terbiasa menghadapi kesengsaraan dengan bersenang-senang. Sebagian dari kita jika memiliki beban pikiran pasti auto udud, guya-guyu dan cekaka-an.
Setelah saya memulai berjalan dan merasakan, ternyata benar, pengorbanan itu butuh paksaan, dan paksaan itu menyakitkan. Untuk menghilangkan sara sakit dari paksaan pasti juga butuh pengorbanan. Pengorbanan membutuhka lagi paksaan, paksaan membutuhkan pengorbanan, pengorbanan membutuhkan lagi paksaan seterusnya dan seterusnya. Sampai terbiasa dan merasakan cinta dari pengorbanan.
Hal ini membuat saya sadar, bahwa untuk mencapai hal yang indah dan menggapai apa yang dicita-citakan hanya sedikit butuh pengorbanan, selebihnya cinta dan kasih sayang~