15 April 2021

Ke mana, Ce?


SAYA PUNYA seorang teman, ndak bisa di sebut dekat, tetapi juga ndak bisa disebut jauh. Hasyim namanya, Hace julukannya. Parahnya sampai sekarang saya ndak ngerti apa alasan dia di juluki Hace.

Dia salah satu teman karib saya sejak mulai awal kuliah. Dia tergolong kawan saya yang menyenangkan, sebab ndak disangka dan tak dapat menyangka terkadang dia punya cerita segudang yang membuat saya selalu tertawa hingga kaku perut saya.

Tanpa saya sadari ketika saya bersama dengannya dan bertukar cerita, lupalah hutang-hutang saya. Walaupun hanya sesaat dan pada akhirnya teringat lagi hutang saya. Sempat saya saat tertawa dengannya seketika diam, meneng, anteng, hening, dan batin saya berkata "ternyata bahagia dan tertawa adalah salah satu kekayaan yang tiada bandingannya".  

Semenjak masih di lingkungan perkuliahan saya sering bertemu dangannya di kelas, kantin, dan kos saya. Hampir tak pernah absen dia saat ada jeda jam perkuliahan selalu istirahat di kos saya. Terkadang saya menyuruhnya untuk istirahat di kos sendiri tanpa saya. 

Saat istirahat bersama di kos dan jam perkuliahan selanjutnya hampir mulai, ternyata dia sudah macak rapi, dan saya pun belum siap-siap untuk berangkat. "ke mana, Ce?" Tanya saya berbasa-basi kepada Hace setiap kali dia sudah terlihat rapi. 

Hace selalu menjawab dengan jawaban yang singkat dan lugas. "BIASA TO, LE.." 

Adegan tersebut sudah terjadi entah berapa kali. Dan saya cuma bisa cengengesan sambil bangkit dari tempat tidur untuk bergegas menyiapkan diri. Padahal demi Tuhan, jika diingat, dulu itu saya ndak ngerti apa yang di maksud dengan "biasa" dari jawabannya. Padahal kadang kita mampir ke angkringan, mampir dulu ke kantin, atau sebat di depan kelas. Dan itu pekerjaan yang ndak mesti dan ndak biasa. Hedeuh~

09 April 2021

Rejeki

Banyak orang yang mengatakan, bahwa rejeki itu sudah diatur dan ditakar oleh Tuhan. Apapun bentuk dan banyaknya pokoknya sudah diatur oleh Tuhan. Akan tetapi kita juga ndak boleh seenaknya menjagakan. Kita harus berikhtiyar mencari dan menjemput rejeki tersebut. Karena kewajiban kita tidak hanya berdoa, tetapi juga harus berusaha. 

Rejeki itu bisa berarti apapun yang kita dapat dari Tuhan. Walaupun datangnya dari orang lalin, akan sebenarnya tetap dari Tuhan, hanya jalannya melalui perantara orang lain tersebut. Dan juga Tuhan memberikan rejeki kepada kita secara cuma-cuma, tanpa meminta imbalan dari kita. 

Bayangkan, bila Tuhan kelak menagih atau meminta ganti atas rejeki yang dikaruniakan-Nya kepada kita?!. Wah, yang pasti ndak mampu kita. Kita bisa bernafas menghirup udara, bisa berkedip beberapa kali pula, dan masih banyak lagi rejeki-rejeki lainnya. Bila kelak kita harus membayar, berapa banyak harga yang harus kita kasihkan kepada Tuhan kita?!. lak yo ndak mampu to kita?. Kita bisa tersenyum dan tertawa, bisa berkumpul dengan keluarga. Itu semua adalah rejeki dari Tuhan yang dikaruniakan kepada kita.

Sebenarnya hanya satu kuncinya, itupun menurut saya, bila kalian mempunyai pendapat lain ya silahkan. Selalu bersyukur dalah kuncinya. Karena dengan bersyukur kita dapat menerima apapun yang kita punya, walau sedikit jumlahnya. Sehingga kita bisa menyadari bahwa Tuhan selalu memberi rijki kepada kita. 


Dan alhamdulillah, saya masih diberi rejeki bisa tertawa sambil ngopi dan rokok'an atas 6 LPG saya yang hilang. Jangan membatasi rejeki hanya dengan materi~

05 April 2021

Puasa dan Perubahan

 


Inilah hari, seindah-indah hari. Tak dikira dan tak dinyangka sudah hijra dari hari kehari dan sebentar lagi puasa. 

Berpuasa merupakan suatu peristiwa yang bisa digolongkan rahasia dan sulit untuk diketahui. Seseorang hanya bisa menebak, bahwa mereka benar-benar puasa atau tidak, sebab yang diketahuinya hanyalah gejala-gejalanya saja. Mulai dari bibir pecah-pecah, tenggoroan kering, hingga haus dalam. 

Begitupun banyak sekali perubah-perubahan yang terjadi, entah itu dari tayangan tipi yang biasanya jam tiga pagi tak ada menjadi ada, dan bahkan berubah menjadi islami semua. Yang semula masjid dan mushola serasa kuburan selepas digunakan untuk jamaah, kini kebak dengan suara-suara indah tadarusan yang saling bersautan. Beberapa lagu yang biasanya bisa membuat lupa pun kalah, dengan suara ngaji yang menggema. 

Puasa juga suatu kedewasaan. Jika anak kecil itu memiliki sifat yang masih alami, yaitu ketika ingin kencing, e ek, dan makan, mereka akan segera langsung mengeluarkan dan tidak mampu menahan kapan waktunya kencing, kapan waktunya bisa makan. Berbeda dengan orang yang dewasa, mereka mampu menahan kapan bisa kencing, e ek dan makan. Jadi mereka yang belum mampu menahan dirinya dan memaksa selalu menuruti semua keinginannya, malah tidak semakin dewasa mereka.

Bukan hanya daya konsumsi yang malah semakin meningkat, Tak kalah lagi adalah begitu meningkatnya kealay an kaum pemuda hingga yang tua-tua, mulai dari status dan foto-foto yang aduhai bajigurnya. 

Ya Alloh tabahkan hambamu ini dari godaan yang menggoda, kalau tidak menggoda namanya bukan godaan ya Alloh.