09 April 2021

Rejeki

Banyak orang yang mengatakan, bahwa rejeki itu sudah diatur dan ditakar oleh Tuhan. Apapun bentuk dan banyaknya pokoknya sudah diatur oleh Tuhan. Akan tetapi kita juga ndak boleh seenaknya menjagakan. Kita harus berikhtiyar mencari dan menjemput rejeki tersebut. Karena kewajiban kita tidak hanya berdoa, tetapi juga harus berusaha. 

Rejeki itu bisa berarti apapun yang kita dapat dari Tuhan. Walaupun datangnya dari orang lalin, akan sebenarnya tetap dari Tuhan, hanya jalannya melalui perantara orang lain tersebut. Dan juga Tuhan memberikan rejeki kepada kita secara cuma-cuma, tanpa meminta imbalan dari kita. 

Bayangkan, bila Tuhan kelak menagih atau meminta ganti atas rejeki yang dikaruniakan-Nya kepada kita?!. Wah, yang pasti ndak mampu kita. Kita bisa bernafas menghirup udara, bisa berkedip beberapa kali pula, dan masih banyak lagi rejeki-rejeki lainnya. Bila kelak kita harus membayar, berapa banyak harga yang harus kita kasihkan kepada Tuhan kita?!. lak yo ndak mampu to kita?. Kita bisa tersenyum dan tertawa, bisa berkumpul dengan keluarga. Itu semua adalah rejeki dari Tuhan yang dikaruniakan kepada kita.

Sebenarnya hanya satu kuncinya, itupun menurut saya, bila kalian mempunyai pendapat lain ya silahkan. Selalu bersyukur dalah kuncinya. Karena dengan bersyukur kita dapat menerima apapun yang kita punya, walau sedikit jumlahnya. Sehingga kita bisa menyadari bahwa Tuhan selalu memberi rijki kepada kita. 


Dan alhamdulillah, saya masih diberi rejeki bisa tertawa sambil ngopi dan rokok'an atas 6 LPG saya yang hilang. Jangan membatasi rejeki hanya dengan materi~

No comments:

Post a Comment