07 June 2020

Awal Hubungan


Penyesalan pun terjadi ketika mereka berdua selesai menggapai puncak setelah melakukan hubungan yang tak baik menurut orang-orang. "Andai hal yang tidak kita inginkan terjadi, apa yang harus kita lakukan?". Tanya si lelaki memecah keheningan.

"Kamu harus tanggung jawab!". Sahut perempuan yang bisa dikatakan memiliki tubuh yang didambakan kebanyakan orang. Dengan nada sedikit ragu dan santai dia terlihat ketakutan.

Awal mereka melakukan adegan tersebut adalah ketika dari salah satu pihak memiliki kehancuran perasaan yang luar biasa. Bermula komentar di status whatsapp yang hanya sederhana kemudian lama-kelamaan menjadi serius dan tidak sederhana.

Dapat dikatakan mereka berdua sudah saling kenal lama. Hanya perkara kontak dan gengsi yang membuat mereka tak saling sapa. Tidak tahu kenapa kok mereka berdua sudah saling menyimpan kontak. Hingga saling lempar komentar statuspun terjalin lancar dan begitu saja.

Mungkin mereka merasa cocok dan senasib dari apa yang mereka rasakan. Bagai tumbu bertemu tutupnya. Saling tukar pengalamanpun serasa tak terhalang. "Aduh. Perempuan selalu membingungkan...." komentar si laki. "lelaki selalu membunuh perlahan-lahan", balas si perempuan.

"kayak'e perasaanmu lagi ndak karuan?". Tanya si laki ke perempuan tersebut.

Walhasil, saling curhatpun terlaksana. Pertama mereka hanya curhat hal-hal yang sepele ternyata cur-cur yang lainnya. "Aku butuh sandaran untuk melampiaskan perasaanku ini". Sambat si perempuan. Entah kenapa, memang naluri seorang laki-laki atau memang sulit untuk menahan hawa nafsunya si lakipun meng iyakan dan memberi kesempatan lebar untuknya.

Tanya si laki, "ada tempat untuk kita berdua?" dengan model memancing tanpa memperjelas maksudnya. Begitupun si perempuan, pasti sudah tau apa yang dimaksudkan.

Tak dapat dihindari merekapun berada di tempat yang diharapkan.

Dari karep mereka berdua pasti kalian sudah mengerti. Kalian dapat membayangkan dan berimajinasi sesuka kalian. Entah apa yang kalian bayangkan tentang mereka berdua itu terserah dan kehendak kalian. Kalian juga bisa kembali lagi mengingat ke cerita awal.

Selesai melakukan hal yang mereka niatkan dari awal, sambil bersantai si perempuanpun berkata, "Biarlah ini menjadi puisi yang indah dalam kehidupan kita, semakin orang-orang tidak mengetahuinya semakin indah pula puisi kita".

Sang lakipun spontan teringat ucapan gurunya dan berkata, "rasane ra sepiro karo sorone". Mereka diam. Anteng. Tak ada suara, tak ada hal yang dilakukan. Suasana jadi hening, sehening malam. Entah apa yang difikirkan[]


4 comments: