09 November 2020

Fitnah Bekerja


Memang hidup itu tidak bisa di paus dan dipotong bagian mana yang ingin kamu hilangkan. Nyatanya terus berjalan dan mengalir sesuai apa yang telah ditakdirkan oleh Tuhan.

Pernah ada cerita Abu Nawas yang difitnah oleh seseorang, tetapi sang Abu Nawas malah memaafkan seseorang tersebut. Abu Nawas juga memerintahkan kepada orang tersebut untuk menganggap bahwa tidak pernah terjadi apa-apa kepada dirinya.

Seseorang tersebut mendatangi Abu Nawas dan meminta maaf kepadanya. Abu Nawas malah memintanya lekas pergi dan menyuruhnya untuk mengnggap tidak pernah terjadi apa-apa. Akan tetapi seseorang tersebut tetap kokoh agar Abu Nawas memaafkannya. Dan akhirnya Abu Nawas memberi dua sarat. Bertanyalah seorang tersebut apa sarat pertama, "Ambil bantal, lekas koyak dan keluarkan isi yang ada di dalamnya" perintah Abu Nawas.

Setelah isi bantal sudah di koyaknya, kemudian seseorang tersebut bertanya, "Apa syarat kedua?". "Masukkan kembali isi bantal tetsebut", perintah selanjutnya dari Abu Nawas. Diambil dan dimasukkannya lagi isi bantal yang sudah dikoyaknya. Semakin lama memasukkannya ternyata semakin banyak pula isi bantal yang tidak bisa dimasukkan.

"Begitulah kerja fitnah", jelas Abu nawas, "seberapa banyak kau minta maaf dan seberapa banyak pula aku memaafkanmu, Kau tidak akan mampu mengembalikan muru'ah seseorang yang telah kau fitnah seperti sediakala".

Muru'ah adalah kepribadian atau akhlak yang dimiliki manusia untuk menjaga agar ia tidak hina. Perlahan, tapi terasa, kerja fitnah tak memerlukan pisau atau pedang yang tajam untuk menyakitinya~


29 October 2020

Bertambah Jumlah Usiamu


Hidup itu bukan seperti kamu saat mendengarkan MP3, bisa di pause atau play seperti yang kamu inginkan sesuka hati. Tetapi lebih mirip seperti layanan musik streaming yang terus berputar. Tidak bisa kamu tentukan seenaknya, baik saat ramai ataupun sekaligus sepi.

Seiring terus berjalannya hidupmu, tidak melulu soal bahagia. Bagaimanapun itu kamu harus terus berjalan bersama nasib baik atau buruk. Hadapi dengan hati yang tabah dan kokoh, yakin bahwa Tuhanmu akan membalas dan mengganti semuanya.

Dengan bertambah atau dapat dibilang berkurangnya usiamu, jadikan apa yang sudah terjadi dan kamu alami sebagai bekal hidupmu untuk terus berjalan. Dari pengalaman dapat menjadikanmu sebagai seseorang yang lebih dewasa. Karena dengan bertambahnya usia belum pasti juga bertambah kedewasaan seseorang. Pengalamanlah yang dapat membimbing seseorang untuk bertambah dewasa.

Tetaplah berjalan, nikmati dan rasakan. Terus berusaha dan berbuat baik kepada orang disekitarmu serta berdoa kepada Tuhanmu. Sebab hanya tuhanmu yang tau kapan berakhirnya usiamu.

Kamu, hari ini, dan hidupmu.


14 September 2020

Teh Hangat


"Koyo cah gereng bae we pesen teh anget"

Sebatang rokok saya nyalakan. Hisapan dan kepulan asap pertama yang saya hembuskan mengawali pembicaraan saya.

"Kowe ndak ngerti po? Sakki zamannya dimana kita berkecenderungan menjawab apa pun dan mengomentari apa pun tanpa ngerti kenyataan".

Teman karib saya diam. Meneng. Anteng sembari menunggu teh hangat pesanannya.

Saya lanjutnkan, "Selalu ada dua hal yang saling bertolak belakang dalam diri manusia, kebaikan dan keburukan. Orang yang dicap jahat tidak selamanya jahat, begitupun sebaliknya".

Tetap anteng dengan posisinya. Kali ini diiringi satu sruputan teh hangat yang sudah ada di depannya.

"Mengapa saat ini kekejaman manusia sering melebihi batas. Bahkan sebagian dari manusia kemudian begitu mudah menghukum manusia lainnya?".

Tanpa melihat responnya saya melanjutkan, "Tujuan eksis acap kali lebih kita agungkan ketimbang bertulus kepada hati sendiri bahwa kita tak ahli dalam bidang apapun".

Terus saya lanjutkan, "Kita tinggal pilih, Tuhan memberi kita ujian, teguran, atau cobaan. Jika kita memilih cobaan bersyukurlah, sebab kita yang dicoba, bukan menjadi alat untuk mencoba".

Sambil membayar teh hangatnya dia berucap, "semoga apa yang kamu katakan tidak membatasi apa yang akan kamu lakukan.."

Dia pulang.

Saya diam.