14 June 2019

Pengorbanan

Awal mula saya setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa untuk mencapai sesuatu yang indah itu seutuhnya butuh pengorbanan. Pendapat itu dapat menguatkan hati, perasaan dan tubuh saya untuk menggebu-gebu mencapai apa yang saya inginkan.

Saya juga merasa bahawa pengorbanan merupakan pekerjaan yang sakit dan melelahkan, serta memerlukan hal yang kita korbankan. Tapi, akan membuat kita mengerti apa yang perlu dipersiapkan untuk menghadapinya. Jika kalian sudah mengerti bahwa perjalan akan menyakitkan, pasti akan menyediakan obat-obatan, kadas, kurap, jamur, gatal, monggo dipun bukti-aken nek mboten wantun mangke arto wangsol sangking sepuloh ewu dados rongpuloh ewu..! ~

Yang pasti kalian akan menyiapapkan hal-hal yang dapat menghilangka rasa sakit itu. Semisal kalian mengerti bahwa nanti akan lapar, sesuatu yang kalian persiapkan adalah makanan, lain dan seterusnya.

Tapi untungnya kita memiliki rasa kebahagiaan yang spontan. Kita sudah terbiasa menghadapi kesengsaraan dengan bersenang-senang. Sebagian dari kita jika memiliki beban pikiran pasti auto udud, guya-guyu dan cekaka-an.

Setelah saya memulai berjalan dan merasakan, ternyata benar, pengorbanan itu butuh paksaan, dan paksaan itu menyakitkan. Untuk menghilangkan sara sakit dari paksaan pasti juga butuh pengorbanan. Pengorbanan membutuhka lagi paksaan, paksaan membutuhkan pengorbanan, pengorbanan membutuhkan lagi paksaan seterusnya dan seterusnya. Sampai terbiasa dan merasakan cinta dari pengorbanan.

Hal ini membuat saya sadar, bahwa untuk mencapai hal yang indah dan menggapai apa yang dicita-citakan hanya sedikit butuh pengorbanan, selebihnya cinta dan kasih sayang~

17 March 2019

Piye Penak Pora



Nyimak berita yang termuat diliputan6 mengenai DPW terciduk di sidoarjo tersebut mengingatkan saya dengan ucapan cak Lontong yang tampil dalam standup komedi mengenai korupsi, dan cak Lontongpun berperan sebagai koruptor. Cak Lontong memberi salam kepenonton dan salamnya dijawab olehnya sendiri. Temannyapun bertanya heran, "Loh cak..?", "Saya koruptor, koruptor itu serakah. Mengucap salam mendapat pahala, menjawabpun juga mendapat pahala. Dan saya tidak hanya serakah dengan uang saja, salampun saja juga serakah".

Alakulihal saya menyimpulkan bahwa memang orang yang seperti itu serakah. Apapun miliknya harus banyak. Tidak hanya uang, agamapun sekarang bisa dijadikan alat untuk berkorupsi.

Emha juga pernah berpendapat, bahwa pancasila itu suatu dinamika manajemen, dan sila kelima adalah gold nya, yaitu keadilan sosial. Tapi sekarang orang-orang ndak mau sila kelima. Kebanyakan orang-orang ingin kemakmuran dewe-dewe bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, banyak orang yang mementingkan diri-sendirinya, mikir karepe dewe, ndak untuk orang lain.

Kitapun harus belajar kepada semut, yang derajat kemakhlukannya lebih rendah dari kita. Semut jika sudah membawa ikan gerih tidak akan tergoda oleh gula yang kita sebarkan di sebelahnya.

Dan sekarang RomLi sedang menjalankan kebaikan. Yaitu menjalani proses pemeriksaan dan hukuman dari kesalahan yang dibuatnya~

25 January 2019

Pendengar Budiman

Hace langsung nylethuk, "susah cuk, aku di kira selingkuh sama tetanggaku". Sayapun ndak pati respon. Mbesengut. Mrengut. Dingin, datar. Si temanku satunya Haikal Fikri ini langsung merespon, "nyapo ce?, sopo seng ngira kowe selingkuh?". Balas Hace "kekasihku lah!". Bajigur tenan!, teman saya Hace ini ternyata lagi mencurahkan hatinya. Sambat. Dari ini mereka mulai serius ngobrol.

"Masak dikira aku selingkuh sama tetanggaku seng kinyis-kinyis kui", jelas Hace. Dan Haikalpun langsung merespon, "lha mak jawap kepriye?". "ya langsung tak sauri, Ga mungkin lah. Wong saya beda keyakinan sama tetanggaku itu". Haikal pun seketika mbesengut "Keyakinan kepriye?". "ya beda cuk, aku yakin kalo aku suka sama tetanggaku kui, tapi tetanggaku tidak", lontar Hace.

"njur kekasihmu piye?".

"ya, aku langsung dijiwiti, tapi jiwit mesra", jelas Hace sambil mesam-mesem. "Dia tetep ngeyel, katanya aku tetep berhubungan sama dia". Sampai sini saya tetap menjadi pendengar setia. Sebab saya berusaha menjadi pendengar yang budian, dari pada tukang komentar yang klejingan.

Si Haikal terus mengejar dengan banyak pertanyaan "terus responmu gimana? Kekasihmu tetep nesu? ". Dengan santai ala kebiasaannya, Hacepun menjelaskan, "tak jawab, Seharusnya ya kamu seneng, bangga. Aku disukai gadis cantik seperti dia, sekinyis-kinyis kaya dia. Dari pada aku di sukai celeng, sama kirik. Kamu rela po tak poligami sama kirik?".

Edan, seketika saya kemekel bagai orang yang menikmati guyonan pelawak Bagiyo dan teman-temannya.

Haikalpun langsung meneng. Diam. Hidungnya mimisan~