Inilah hari, seindah-indah hari. Tak dikira dan tak dinyangka sudah hijra dari hari kehari dan sebentar lagi puasa.
Berpuasa merupakan suatu peristiwa yang bisa digolongkan rahasia dan sulit untuk diketahui. Seseorang hanya bisa menebak, bahwa mereka benar-benar puasa atau tidak, sebab yang diketahuinya hanyalah gejala-gejalanya saja. Mulai dari bibir pecah-pecah, tenggoroan kering, hingga haus dalam.
Begitupun banyak sekali perubah-perubahan yang terjadi, entah itu dari tayangan tipi yang biasanya jam tiga pagi tak ada menjadi ada, dan bahkan berubah menjadi islami semua. Yang semula masjid dan mushola serasa kuburan selepas digunakan untuk jamaah, kini kebak dengan suara-suara indah tadarusan yang saling bersautan. Beberapa lagu yang biasanya bisa membuat lupa pun kalah, dengan suara ngaji yang menggema.
Puasa juga suatu kedewasaan. Jika anak kecil itu memiliki sifat yang masih alami, yaitu ketika ingin kencing, e ek, dan makan, mereka akan segera langsung mengeluarkan dan tidak mampu menahan kapan waktunya kencing, kapan waktunya bisa makan. Berbeda dengan orang yang dewasa, mereka mampu menahan kapan bisa kencing, e ek dan makan. Jadi mereka yang belum mampu menahan dirinya dan memaksa selalu menuruti semua keinginannya, malah tidak semakin dewasa mereka.
Bukan hanya daya konsumsi yang malah semakin meningkat, Tak kalah lagi adalah begitu meningkatnya kealay an kaum pemuda hingga yang tua-tua, mulai dari status dan foto-foto yang aduhai bajigurnya.
Ya Alloh tabahkan hambamu ini dari godaan yang menggoda, kalau tidak menggoda namanya bukan godaan ya Alloh.


